oleh

Mengapa Investor Ramai-ramai Tinggalkan Argentina? Bethel

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketika seorang
konservatif yang business-friendly terpilih sebagai presiden
Argentina pada bulan Oktober 2015, harapan membumbung tinggi
bahwa ia akan membuat perekonomian negara Amerika Selatan itu
menjadi stabil.

Sang presiden, Mauricio Macri, berjanji akan menghidupkan
kembali ekonomi Argentina dan mewujudkan “nol kemiskinan”.

Namun kurang dari tiga tahun kemudian, tanpa diduga dia meminta
pencairan bantuan pinjaman lebih awal dari Dana Moneter
Internasional (International Monetary Fund/IMF). Apa yang
terjadi? Berikut ulasannya, dilansir dari BBC.com.

Apa isu terkini?
Nilai tukar peso, mata uang Argentina, sudah melemah lebih dari
40% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tahun ini dan inflasi
merajalela. Biaya hidup sehari-hari menjadi lebih mahal bagi
para warga Argentina karena harga kebanyakan makanan dan jasa
masih cukup terkait dengan dolar AS.

Grafik Pergerakan Peso Argentina

Foto: Reuters Grafik Pergerakan Peso Argentina

Pemerintahan Macri belum bisa menurunkan inflasi, yang
tertinggi di antara negara-negara G20 (Kelompok 20 ekonomi
utama di dunia). Pemerintah juga gagal menjalankan reformasi
ekonomi yang dijanjikan ke IMF. Sebagian dari reformasi yang
dimaksud adalah pembatasan belanja dan utang negara.

Kombinasi dari peningkatan inflasi dan pemangkasan pengeluaran
publik menunjukkan bahwa upah tidak sejalan dengan harga,
sehingga sebagian besar masyarakat jatuh miskin.

Bagaimana krisis mulai terjadi?

Argentina dilanda masalah ekonomi selama bertahun-tahun. Namun,
kenaikan harga komoditas selama beberapa dekade belakangan
dapat membantu negara itu membayar utangnya ke IMF.

Negara asal Lionel Messi itu melunasi semua utangnya ke IMF
pada tahun 2007.

Perekonomian Argentina mulai stabil di bawah kepemimpinan
Presiden Néstor Kirchner, yang memimpin sejak tahun 2003 sampai
2007. Namun, kondisi ekonomi mulai bergejolak lagi di bawah
kepemimpinan penerus sekaligus istrinya yaitu Cristina
Fernández de Kirchner.

Pemerintahannya yang berkuasa sejak tahun 2007 sampai 2015
menaikkan belanja publik, menasionalisasi
perusahaan-perusahaan, dan memberikan subsidi tinggi ke
berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari utilitas sampai
penayangan sepak bola di televisi.

Yang terpenting, pemerintah juga mengendalikan nilai tukar mata
uang yang menciptakan berbagai macam masalah praktis, seperti
meningkatnya pasar gelap untuk dolar dan harga-harga yang
sangat terganggu.

Presiden Argentina Mauricio Macri

Foto: REUTERS/Marcos Brindicci Presiden Argentina
Mauricio Macri

Apa yang dijanjikan Presiden Macri?

Macri terpilih karena berjanji menghentikan segala gangguan dan
mengembalikan ekonomi Argentina yang berorientasi pasar, di
mana penawaran dan permintaan yang akan menentukan harga,
bukannya negara.

Dalam hitungan jam setelah resmi menjabat, dia menghentikan
kebijakan capital control dan memulai kampanye global
untuk memperbaiki reputasi Argentina di kalangan
investor-investor asing.

Dia juga berjanji menurunkan inflasi, yang tingginya sekitar
40% setiap tahun, dengan membatasi pengeluaran publik.

Lantas, mampukah upaya Macri bersama IMF membawa Argentina
keluar dari krisis mata uang kali ini?

Source link

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed